Kajian Perdana Sahabat Ngaji Gaungkan Semangat Al-Ma’un

PENCONGAN – Semangat menebar manfaat dan mempererat ukhuwah Islamiyah mewarnai pelaksanaan Kajian Ahad Pagi bertajuk “Sahabat Ngaji: Semangat Ahad Berburu Manfaat” yang digelar di SMK Muhammadiyah Pencongan, Ahad (31/5/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 500 jamaah dari berbagai kalangan warga Muhammadiyah dan masyarakat umum.
Kajian ini menjadi program perdana yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pencongan sebagai bagian dari program kerja periode muktamar ke-48. Selain menjadi sarana memperdalam pemahaman keislaman, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat silaturahmi antarkader, simpatisan Muhammadiyah, dan masyarakat sekitar.
Baca Juga : Khidmat dan Penuh Haru, 18 Calon Jemaah Haji Pencongan Dilepas dengan Doa Bersama
Sejak pagi hari, peserta telah memadati lokasi kegiatan. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias, mulai dari pembukaan hingga penyampaian materi kajian. Kehadiran ratusan jamaah menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang dikemas dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Ketua PCM Pencongan Korbid Majelis Tabligh Ust. Abdul Mubarok, S.H.I., menyampaikan bahwa Kajian Ahad Pagi merupakan salah satu program unggulan yang mulai direalisasikan pada tahun kedua kepengurusan PCM Pencongan periode muktamar ke-48.
“Kajian Ahad Pagi ini adalah program kerja pada tahun kedua PCM Pencongan muktamar ke-48. Kajian hari ini merupakan kajian perdana dan insyaallah akan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Harapan kami, kegiatan ini dapat berjalan secara rutin dan terus memberikan manfaat bagi warga Muhammadiyah maupun masyarakat secara umum,” ujar Abdul Mubarok.
Ia menambahkan, PCM Pencongan berkomitmen menghadirkan ruang pembinaan umat yang tidak hanya berfokus pada penguatan pemahaman agama, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurut Abdul Mubarok, keberlangsungan program tersebut membutuhkan dukungan dari seluruh elemen Muhammadiyah. Oleh karena itu, ia berharap Kajian Ahad Pagi dapat menjadi agenda bersama yang terus berkembang dan menjadi wadah dakwah yang mencerahkan.
Sementara itu, materi utama kajian disampaikan oleh Ust. Sholahuddin Zuhri, M.Pd. Dalam ceramahnya, ia mengangkat tema tentang semangat Surah Al-Ma’un sebagai landasan dalam membangun karakter muslim yang bermanfaat bagi sesama.
Sholahuddin menjelaskan bahwa salah satu ciri orang yang memiliki tauhid yang kuat adalah mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan atau kemampuan individu, tetapi juga oleh kemauan untuk bertindak dan mengurangi kebiasaan mencari alasan.
“Kunci orang sukses adalah tidak banyak alasan. Orang yang bertauhid adalah orang yang mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Semangat Al-Ma’un mengajarkan kita untuk peduli dan hadir memberikan solusi bagi sesama,” tuturnya di hadapan jamaah.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya introspeksi diri ketika menghadapi berbagai persoalan kehidupan, termasuk saat doa yang dipanjatkan belum kunjung mendapatkan jawaban sesuai harapan.
“Jangan engkau mengira jalan pengabulan doa kita lama. Mungkin karena jalan kita sedang diperbaiki karena dosa-dosa kita. Langkah yang kita tempuh perlu adanya evaluasi agar kita bisa memperbaiki diri menjadi lebih baik,” kata Sholahuddin.
Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta. Banyak jamaah tampak menyimak dengan seksama dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan pemateri. Dalam kajian itu, Sholahuddin juga menekankan bahwa evaluasi diri merupakan bagian penting dalam proses hijrah menuju kehidupan yang lebih berkualitas dan diridhai Allah SWT.
Secara tidak langsung, ia mengajak jamaah untuk menjadikan nilai-nilai Al-Ma’un sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dalam interaksi sosial dengan sesama manusia.
Pelaksanaan Kajian Ahad Pagi “Sahabat Ngaji” ini menjadi langkah awal PCM Pencongan dalam membangun tradisi keilmuan yang berkelanjutan. Dengan antusiasme peserta yang tinggi pada kajian perdana tersebut, penyelenggara optimistis kegiatan serupa akan terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang dinantikan masyarakat.
Melalui program ini, Muhammadiyah Pencongan berharap semangat dakwah yang mencerahkan, membangun kepedulian sosial, serta memperkuat silaturahmi dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang berkemajuan.










One Comment